Category Archives: Uncategorized

FORMULASI SEALANT WEATHERBILITY

Untuk membuat sealant dengan tingkat weathershield yang tinggi, kita harus memiliki pengertian yang dalam akan faktor yang mempengaruhi durabilitas dan karakter pelapukan yang terkait. Selanjutnya, diaantara faktor-faktornya adalah bahan mentah terhadap sealant dan formula terkait dalam polymer pembentukan sealant. Di dalam artikel ini bahan material yang akan kita diskusikan termasuk  one-component polyurethane (PU-1) dan
modified silicione (MS-1) sealants. 
Untuk MS-1 model formula yang akan di diskusikan di dalam artikel ini adalah, polymer atau binders yang digunakan : modified silicone polymer dengan polypropylene oxide backbone.
Contoh yang diberikab di dalam artikel ini adalah untuk mengilustrasikan beberapa tantangan yang dapat timbul ketilka memformulasikan material weather-resistant. Di setiap contoh-contoh ini, semua material mentah, yang di pelajari, di buat dengan constant.
Data weathering yang digunakan dalam artikel ini adalah sumber weathering : open flame carbon arc dan xenon arc testing. 

Sealant Film ThicknessExposure Time in Carbon Arc WeathermeterModified Silicone (Polypropylene Backbone)50% Modified Silicone (Polyropylene oxide) / 50% acrylic modified SiliconeAcrylic Modified Silicone
mmhCracking ChalkingCrackingChalkingCrackingChalking
0.2800551111
 1350551111
 19001111
 2950211
 
5.0800551111
 1350551111
 19003511
 29503111

54%

MENGURANGI MODULUS SEALANT UNTUK MENINGKATKAN DURABILITAS

Dasar pikiran dalam judul ini adalah jika kita mengurangi kekuatan sealant dengan memperkecil modulus (elastisitas) dan membiarkan karakteristik yang lain dalam sealant tidak berubah, durabilitasnya akan membaik. Mengurangi masa rusak dalam sealant dengan cara mengurangi elastisitas dalam sealant dapat dianggap memiliki konsekuensi yang positif. Sebuah data menunjukan efek dari menggabungkan modifikasi dalam modulus di one-part dan two part (standart curing) sealant urethane dan one part dalam polyether sealant.
Pendekatan ini mengurangi modulus tanpa atau minimum reformulasi, namun mengurangi masa guna dari sealant tersebut.

Kebanyakan sealant bukanlah sebagai fungsingnya perekat structural (structural adhesives).
Kebanyakan sealant digunakan sebagai filler diantara lubang dan joints, serta joints yang bergerak untuk tetap merekat sepanjang waktu. Sealant yang bentuknya lebih lunak tapi memiliki elastomeric lebih cocok untuk aplikasi pada pergerakan high joint seperti joint expansion (Silicone), design curtain wall, joint jalan raya aspal, landasan parkir, dan jembatan. Sebagai contoh sealant yang memiliki modulus +/- 25% joint movement dianggap cocok pada aplikasi sealant +/- 12.5% atau +/- 20% joint movement. Itu benar sampai kepada, +/- 30, 40, dan 50%  joint movement yang lebih berguna terhadap joint sealant.

Karena itu, bahan tambahan yang mengurangi modulus elastisitas dapat berguna jika mengurangi modulus elastisitas diikuti dengan elongasi yang lebih besar. Point penting pada teori ini adalah kapabilitas dalam meningkatkan joint movement dengan mengurangi tekanan pada permukaan yang mengakibatkan durabilitas dan masa guna yang lebih panjang. Silicone sealant memiliki masa guna yang lebih panjang dikarenakan sifat daripada silicone yang memiliki elastisitas yang cukup dengan masa guna yang lebih panjang dibandingkan dengan bahan sealant yang lain. Dimana sealant lain tidak memiliki sifat yang lebih lunak untuk aplikasi pada joint movement dimana tekanan sangat dirasakan. Ditambah, Silicone memiliki masa guna yang lebih tinggi dibanding dengan sealant material lain, yang mungkin terkadang memiliki campuran (compound).